YESUS, Siapakah Engkau Bagiku?

Perayaan Paskah telah berlalu, drama penyaliban dan kebangkitan dipentaskan, semuanya tentu saja untuk mengajak umat Kristen semakin mendalami, memahami bahkan mampu meningkatkan iman percayanya pada Yesus Sang Pelakon real.
Pertanyaannya yang kemudian muncul dan layak direnungkan adalah sudah cukupkah melihat drama atau bahkan film penyiksaan, penyaliban dan kebangkitan Yesus kemudian mampu memberi kecerdasan iman yang tangguh bagi umat Kristen. Karena pada kenyataannya iman yang tangguh tidak selalu sejalan hanya karena drama atau film tentang Yesus saja.
Ketangguhan iman seseorang terbentuk justru ketika pengetahuan tentang Yesus, berpadu, terjalin dan melebur dalam pergumulan hidup seseorang setiap hari.

Memadukan, menjalin, melebur pengetahuan tentang Yesus dalam sikap, perbuatan dan pergumulan hidup yang mengarah pada sikap mempercayakan diri dan mentaati kehendak Tuhan itulah yang akan menghasilkan kecerdasan iman dan ketangguhan iman.
Tetapi dari manakah seseorang belajar mempertajam dan meningkatkan kecerdasan imannya?
Salah satu caranya adalah dengan bertanya dan mencari pemaknaan yang dalam tentang : “YESUS, siapakah Engkau bagiku?”
Pertanyaan yang bisa mudah dan cepat dijawab tetapi bisa juga menjadi pertanyaan yang membutuhkan waktu dan pemikiran yang cukup lama dan mendalam. Tidak ada yang salah dan paling benar dalam cepat atau lambat seseorang menjawab hal tersebut.
Semua bergantung pada refleksinya tentang siapa Yesus.

Dalam kitab-kitab Injil di Perjanjian Baru, begitu banyak nama diri (gelar) yang ditujukan bagi Yesus, bukan sekedar Yesus Sang Juru Selamat saja.
Nama diri bagi Yesus ini diberitakan seturut dengan cara bagaimana penulis kitab memaknai diri Yesus dalam hidupnya, bahkan Yesus juga beberapa kali menyebut diri dengan nama diri tertentu untuk menunjukkan hakekat diri-NYA.

Beberapa gelar atau nama diri yang ada dalam Perjanjian Baru marilah kita dalami.

1. SEBUTAN YESUS UNTUK DIRI-NYA SENDIRI

a. Dalam kitab Yohanes Yesus menyebut diri-Nya sendiri sebagai Gembala Yang Baik, gelar Yesus sebagai Gembala Yang Baik dilatarbelakangi oleh tradisi kehidupan para gembala akan tugas tanggungjawabnya yang besar untuk memelihara dan merawat domba, bahkan rela memberi nyawanya demi dombanya selamat. Domba hilang meskipun hanya 1 tetap dicari sekalipun dengan susah payah.
Kiasan ini menggambarkan tentang diri Yesus sendiri sebagai Gembala yang baik dan Yesus sungguh menghayati pemaknaan tentang Gembala Yang Baik ini bukan dengan kata kata belaka tetapi dengan perbuatan nyata.

b. Yesus juga menyebut dirinya “PINTU” juga dalam kitab Yohanes. Sebutan diri yang aneh, tetapi sebenarnya mau menggambarkan bahwa, karena Yesus, melalui Yesus dan di dalam Yesus sajalah seseorang akan masuk menuju kehidupan abadi.

 

2. SEBUTAN PENULIS ALKITAB BAGI YESUS

a. YESUS ANAK DAUD

Bukan karena bapaknya bernama Daud, gelar ini bukan karena hendak bercerita tentang silsilah saja tetapi sebuah peneguhan bahwa Yesus memang adalah Mesias.
Tuhan Allah menjanjikan takhta kekal bagi keturunan Daud, dan Yesus mewujudnyatakan janji tersebut melalui kematian dan kebangkitan-NYA. Takhta kekal bukan di dunia tetapi di surga.

b. YESUS TUHAN

Sepanjang pelayanan-NYA Yesus kerap menunjukkan hakekat ke-ILAHI-an-Nya, melalui berbagai macam mujizat yang dikerjakan bahkan ketika Yesus membangkitkan orang mati.
Puncak hakekat diri-NYA sebagai Tuhan adalah ketika Yesus bangkit dari mati.

c. YESUS SANG HAMBA

Gelar ini sebenarnya sangat kontras dengan gelar yang lain, gelar Yesus yang lain berada dalam status tinggi, tetapi ada gelar Yesus dalam status rendah yaitu SANG HAMBA, ditemukan dalam kitab Matius.
Gelar ini diberikan sebagai pemenuhan nubuat tentang hamba Tuhan yang ada dalam kitab Yesaya. Keunggulan seorang hamba adalah ketaatannya pada tugas dan panggilan-NYA.
Yesus yang arti namanya adalah Sang Penyelamat, maka Yesus mengerjakan tugas dan panggilan-NYA sebagai penyelamat manusia dengan ketaatan penuh.

d. YESUS TERANG DUNIA

Gelar yang diberikan untuk menunjukkan jati diri Yesus yang mampu mengusir kegelapan dunia. Terang menjadi perlambang segala hal yang baik, yang tertata, bahkan terang perlambang kehadiran Allah.
Yesus adalah terang karena di dalam Dia ada hal yang baik, yang tertata, ada Kasih yang besar, ada kehadiran Allah sendiri. Yesus bukan hanya diwartakan sebagai Terang tetapi Diri-Nya sendirilah itu adalah Terang.

e. YESUS JALAN KEBENARAN DAN HIDUP

Seseorang bisa mencapai tujuan tertentu dalam perjalanan bukan karena ada petunjuk jalan saja. Tetapi harus ada jalannya.
Yesuslah jalan itu untuk kita sampai pada tujuan hidup kita yaitu surga yang abadi.
Yesus bukan hanya menunjukkan jalan, tetapi Dia menyediakan diri-Nya menjadi jalan itu sendiri.
Dalam Yesus ada kehidupan kekal.

Sebenarnya masih banyak lagi sebutan/gelar/nama diri dari Yesus yang terdapat dalam Alkitab, sebagai Tuan, sebagai Guru, Alfa Omega dan masih ada lagi yang lain.
Hanya saja kembali pada judul di atas, mari kita cari dulu dalam diri kita Siapakah Yesus bagiku?
Jalinlah kehidupan, leburlah pengakuan tentang Yesus dalam setiap pergumulan hidup kita supaya iman kita bertumbuh dan tangguh.

TPG. Esther Solichin