Tuhan Hadir Di Tengah Penderitaan

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Mazmur 23 : 4

Penderitaan … penderitaan, ada yang ukuran kecil, sedang bahkan yang sangat hebat ... Siapa yang mau?? Gratis … gratis … gratis … mau berapa banyak, silahkan diambil ... ujar seorang pedagang yang sedang semangat menjajakan barang dagangannya (dalam pikiran imajiner saya). Dalam imajinasi saya pun tidak ada orang yang bersedia menghampiri, tetapi mereka semua menyingkir jauh-jauh ..., bahkan lari sejauh mungkin … dari si pedagang penderitaan.

Bahkan dalam doa kita pun, saya yakin 100 Persen tidak pernah kita memohon penderitaan di dalam hidup kita. Isi doa kita adalah memohon keselamatan, kesehatan, berkat, damai sejahtera, perlindungan, penyertaan, umur panjang, dll., serba nyaman, menyenangkan dan sekali lagi “TIDAK” untuk penderitaan.

Sekalipun demikian, penderitaan adalah seperti “tamu yang tak diundang, tetapi tetap datang” dalam hidup kita. Wajah-wajahnya adalah kesedihan, sakit, kegagalan, kehilangan, dll. Lalu kenapa kita harus menderita sementara kita tidak menginginkan penderitaan dan berusaha menjauh sejauh mungkin? Apakah penderitaan adalah selalu karena kita berdosa, ataukah karena orang lain berdosa ataukah karena kehendak Tuhan. Tidak mudah untuk menjawabnya.

Tetapi ketika penderitaan datang, ia datang dengan membawa sebuah pembelajaran tentang “arti kehidupan”. Penderitaan membutuhkan “pemaknaan iman kita yang lebih mendalam”. Mungkin juga selama ini kita terlena dengan arus kehidupan yang semata-mata mencari “kesenangan saja”, ataupun kita terlalu sibuk dengan mengejar “cita-cita/ karier kita” sehingga kurang mempedulikan sekeliling kita, atau selama ini kita menjadi pribadi yang “terlalu percaya diri” sehingga kehadiran Tuhan kurang kita sadari, ataupun hal-hal yang lainnya.

“Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. (Mazmur 119 : 67)

Terkadang penderitaan, Tuhan ijinkan hadir dalam hidup kita, tapi itu bukan untuk menghancurkan kita. Tetapi juga sebagai salah satu bentuk pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Bukti pemeliharaan Tuhan bukan semata-mata hanya berkat, kesehatan, kecukupan ekonomi, jabatan dalam pekerjaan, ataupun setiap peristiwa yang menyenangkan saja, tetapi juga yang bernama penderitaan. Penderitaan membuat mata rohani kita seharusnya menjadi “lebih jelas” mengalami KEHADIRANNYA dalam perjalanan iman bersama-Nya.

Oleh sebab itu jikalau saat ini ... Tuhan mengijinkan penderitaan hadir dalam hidup kita :

  1. Jangan patah semangat. Amsal 18 :14, Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”
  2. Andalkan kekuatanmu kepada Tuhan melalui ketekunan membaca Alkitab. Mazmur 119 : 143, Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku. Filipi 4 :13, Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
  3. Jangan pahit hati ataupun kecewa kepada Tuhan, tetap bersukacitalah dan tekun berdoa. Roma 12 : 12, Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Roma 8 : 28, Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Salam hangat,

Pdt. Agnes Irmawati Sunjoto Lukardie