SETIA DALAM TUGAS

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang”. (Matius 24 : 46)

Suatu ketika ada seseorang bertanya kepada Ibu Teresa, Ibu telah melayani kaum miskin di Calkuta, India. Tetapi, tahukah Ibu, bahwa di luar sana masih banyak orang miskin? Apakah Ibu tidak merasa gagal? Ibu Teresa menjawab, “Anakku, aku tidak dipanggil untuk berhasil, tetapi aku dipanggil untuk setia. Setia dalam melakukan setiap tugas yang diberikan dengan bijak, penuh komitmen dan tanggung jawab.

Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat mengajarkan tentang arti pentingnya mengerjakan tugas dengan penuh kesetiaan. Dalam perumpamaan itu dikisahkan ada seorang tuan yang memberikan tugas kepada dua orang hambanya. Hamba yang pertama dipuji dan mendapatkan kepercayaan yang lebih besar lagi. Ia dinilai telah setia dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Dengan bijaksana ia mengatur tugasnya, bertanggung jawab terhadap tugas, rajin dalam mengerjakan tugas, dan rela berjerih lelah dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Sebaliknya hamba yang kedua sikapnya dicela kerena tidak melakukan tugasnya dengan baik. Ia menunda setiap tugas yang dipercayakan kepadanya. Ia juga melakukan tugasnya dengan setengah hati, kurang kesungguhan dan tidak tekun. Karena sikapnya yang tidak setia dalam melakukan tugas, ia dihukum oleh tuannya.

Pertanyaan refleksi untuk kita adalah, apa tugas yang Tuhan berikan untuk kita? Menjadi pendeta, menjadi dokter, menjadi guru, menjadi pengusaha, perkerja seni, petani, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya. Apa pun tugas itu, Tuhan ingin kita mengerjakannya dengan setia, penuh tanggung jawab dan bijaksana. Bijaksana berarti arif, bisa membuat pertimbangan yang baik, bisa membuat pilihan atau keputusan yang tepat, tahu diri, cermat, panjang pikiran, bisa mengendalikan diri, bisa menghargai orang lain, tahu berterima kasih, waspada dan lain sebagainya. Jika kita sudah tepat melakukan tugas yang diberikan maka Tuhan akan memuji setiap tindakan kita, seperti hamba yang setia.

TPG. Ishak Boty Buifena