SETIA BERBUAT JUJUR

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar ”. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

(Matius 25 : 21)

Siapa orang yang paling jujur menurut Bung Karno? Jawabannya adalah Johannes Leimena. Johannes Leimena yang akrab disapa Om Jo (1905-1977) lahir dalam keluarga guru di Ambon.

Sejarah mencatat bahwa saat kemerdekaan Indonesia baru berusia setahun, Leimena sudah diangkat menjadi menteri kesehatan. Sejak saat itu jalan hidup Leimena adalah dunia politik. Sistem pemerintahan pada waktu itu, menteri selalu berganti, bahkan dua kali setahun. Tetapi hampir selalu Leimena dipilih lagi sebagai menteri, sehingga ada ucapan “siapapun perdana menterinya, menterinya Leimena.” Bukan hanya sebagai menteri kesehatan dan menteri sosial, Leimena pun lima kali menjadi wakil perdana menteri. Secara keseluruhan Ia 18 kali menjadi menteri dalam rentang waktu 20 tahun. Leimena juga pernah sampai tujuh kali memegang fungsi pejabat Presiden RI.

Apa yang membuat Leimena dipercaya oleh semua kalangan? Berbagai narasumber menyebut karakter Leimena yang menonjol, yaitu sederhana, jujur dan tenang. Om Jo juga dikenal sebagai pribadi yang setia. Setia pada cita-citanya. Setia pada keyakinannya. Setia dalam arti tidak tergoyahkan, lurus dan tidak berliku-liku.

Cara hidup Om Jo seharusnya menjadi inspirasi kita dalam mengerjakan setiap tugas dan tanggungjawab kita. Seperti juga yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang talenta. Dalam perumpamaan ini, diberitahukan bahwa sang tuan akan bepergian ke luar negeri dan memercayakan hartanya untuk dikelola. Ia memercayakan sejumlah harta yang berbeda kepada hambanya karena ia mengetahui kemampuan dan kesanggupan setiap hambanya (ayat 15). Sang tuan mungkin tidak menuntut bertambahnya harta atau talenta, melainkan bagaimana para hambanya menunjukkan kesetiaan melalui tindakan mengolah talenta dengan kejujuran dan penuh tanggaung jawab.

Dua orang hamba yang menerima masing-masing 5 dan 2 talenta mengerjakan dengan tekun, jujur dan penuh tanggung jawab sehingga berhasil mengembangkan apa yang dipercayakan kepada mereka. Tindakan mereka mendapatkan apresiasi yang baik dari tuannya. Sementara hamba yang mendapatkan 1 talenta tidak berhasil mengembakan telenta yang dipercayakan kepadanya. Bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena ia malas mengerjakannnya. Ia dianggap sebagai hamba yang malas, tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dipercaya.

Jemaat yang terkasih, bentuk kesetiaan kita kepada Tuhan dapat ditunjukkan dengan mengerjakan setiap pekerjaan yang di percayakan dengan sungguh-sungguh, jujur dan dengan penuh tanggung jawab.

TPG. Ishak Boty Buifena