Sang Terang Memberi Pengharapan Baru

 

Yohanes 1 : 1-18

 

Ada sebuah legenda Yahudi, ketika Allah bermaksud menciptakan manusia, para malaikat memberikan pandangannya masing-masing. Malaikat Keadilan berkata, Jangan ciptakan manusia TUHAN, karena mereka akan bertindak jahat kepada sesamanya, menindas satu sama lain.”

Malaikat Kebenaran menyambungnya, karena mereka akan berdusta, melecehkan kebenaran, dan bahkan mencoba menipu Allah.” Malaikat Kekudusan mendukung pendapat kedua rekannya, Benar, mereka pasti akan hidup sesat dan menghina kesucian-Mu, ya Allah.”

Kemudian majulah Malaikat Cinta Kasih dan berkata, Ciptakanlah mereka, ya Allah, karena ketika mereka berdosa, aku akan datang pada mereka dan mewartakan cinta kasih-Mu, agar mereka berbalik kepada-Mu.

Sejak dunia dan manusia tercipta, sejarah selalu dipenuhi dan diwarnai dengan Kasih Allah. Cinta Kasih adalah jatidiri Allah paling utama yang selalu hadir dalam hidup manusia, sekali pun dalam kenyataannya, manusia selalu menghina dan melecehkan keadilan, kebenaran dan kekudusan Allah. Itu sebabnya Yohanes menulis, Allah adalah Kasih.” (1 Yoh. 4 : 8 dan 16).

Yesus adalah bukti terbesar dari kasih Allah. Yesus adalah penjelmaan isi hati Allah yang terdalam. Itulah yang dipersaksikan oleh Yohanes 1 : 14, Firman yang mulia itu menjadi manusia (band. Fil. 2 : 7). Ini adalah berita terbesar segala masa. Sementara dunia menganggap Allah begitu jauh, Natal justru menegaskan Dia dekat, bahkan begitu dekat. Bahkan bukan hanya menjadi manusia, ayat ini dilanjutkan dengan dan diam di antara kita. Dalam bahasa aslinya “berkemah di antara kita”.

Bayangkan, ketika berziarah di padang gurun yang tandus dan malam pun tiba, para peziarah berkemah dalam kegelapan yang tergelap. Di dalam kegelapan terang diberikan. Allah tidak menawarkan Terang itu dan mengundang manusia berusaha menjangkau walau sudah pasti tidak mungkin meraihnya. Terang itulah kini turun menerobos pekatnya dosa dan memasuki tenda hidup kita. Betapa besar kasih Allah. Namun, Sudahkah kita menyediakan ruang dalam hati untuk menerima kasih Allah yang menerangi dan memberi pengharapan? Selamat memasuki tahun yang baru dalam terang pengharapan dari Allah.

 

Pnt. Agus Gunawan