Menunggu Atau Menyongsong?

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan
serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba
jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat
.”
(Lukas 21 : 34)

 

Di sekolah, hari-hari ini adalah masa bagi para siswa untuk mengikuti ujian akhir semester. Tentu baik siswa maupun orangtua mereka harus mempersiapkan diri lebih, antara lain dengan lebih giat belajar bagi para siswa dan orangtua juga lebih memantau anak-anak mereka supaya mengurangi kegiatan lain seperti bermain atau bersenang-senang. Hal ini dilakukan supaya nantinya mereka akan bersukacita dengan hasil maksimal yang diperoleh dari proses belajar.

Sama seperti proses yang terjadi di sekolah. Minggu ini juga kita selaku jemaat Tuhan mulai mempersiapkan diri untuk memasuki masa Adven (minggu depan kita masuk dalam Minggu Adven 1). Adven berasal dari bahasa Latin “Advenio/Adveniare yang berarti mendekati. Kita memasuki masa Adven berarti memasuki kegiatan atau gerakan dalam mendekati atau menyongsong kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia. Kata menyongsong tentunya beda dengan kata menunggu. Menyongsong menunjuk pada sikap aktif sedangkan menunggu menunjuk pada sikap pasif. Karena itu menyongsong masa Adven hendaknya kita tidak hanya berdiam diri dan melihat itu sebagai sebuah rutinitas setiap tahun sebelum Natal tetapi kita juga sebagai umat Allah hendaknya mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran Allah yang menyapa manusia.

Yesus Kristus Sang Penyelamat Dunia yang kita songsong kelahiran atau kedatangan-Nya adalah Penyelamat bagi semua orang, maka dari itu marilah kita menyiapkan diri kita dengan mengingat kembali akan panggilan kita sebagai jemaat Allah. Marilah kita menyadari dan menghayati diri sebagai orang-orang yang menerima anugerah sebagai orang-orang yang dikasihi Allah. Jika masing-masing dari kita dapat menghayati diri sebagai orang-orang yang dikasihi Allah, maka panggilan untuk saling mengasihi dengan semua orang mudah sekali dilakukan. Kita dapat merasakan bahwa bertemu dengan siapapun adalah jalan menunjukkan rasa syukur kita sebagai orang-orang yang dikasihi Allah dengan mengasihi sesama. Sebagai jemaat Tuhan, marilah kita mengingat dan menghayati bahwa hidup kita serta segala sesuatu yang menyertai kita atau yang kita miliki dan kuasai sampai kini adalah anugerah Tuhan yang kita terima melalui siapapun yang telah berbuat baik dengan kita, keluarga dan teman-teman yang hidup dan bekerja dengan kita.

Menyongsong masa Adven ini, marilah kita juga dengan rendah hati mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar kita sehingga kita dapat memperbaharui, memperdalam dan memperkuat hidup persaudaraan atau persahabatan kita bersama dengan mereka yang ada di sekitar kita. Kedatangan Penyelamat Dunia, Allah yang menjadi manusia dan hadir di tengah-tengah kita merupakan anugerah persahabatan Allah kepada manusia. Mari kita sambut kedatangan Sang Raja Damai dengan menunjukkan perdamaian dan persahabatan dengan semua orang.

Tuhan Yesus Memberkati.

TPG. Paramitha Ayuningtyas