MENERIMA ORANG LAIN

Kisah Para Rasul 9 : 26-31


Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan …”
Kisah 9
: 27

 

Berambut gondrong, tubuh dan wajah dipenuhi tato, terlihat sangar. Dandanannya sehari-hari memakai kaos hitam, celana hitam, rantai, serta sepatu boots selutut. Sekilas tampak seperti seorang preman, namun tidak disangka, pria bernama lengkap Agus Sutikno adalah seorang pendeta. Agus memilih menawarkan bantuan kepada orang-orang terpinggirkan sekaligus terabaikan. Agus mengabdikan diri keluar masuk kampung-kampung kumuh seputaran Kota Semarang, Jawa Tengah. Di kawasan kumuh ini, Agus memberi pendampingan bagi para pekerja seks, transgender, anak-anak yang putus sekolah dan orang-orang pengidap HIV/AIDS.

Upaya Agus melayani mereka yang terpinggirkan, awalnya tidak berjalan mulus. Warga tidak mendukung dan menaruh curiga terhadap niat Agus, seorang pendeta antah berantah tiba-tiba mendampingi para pekerja seks dan anak-anak mereka. Tudingan Kristenisasi, sering terlontar begitu seorang pendeta datang melayani. Lambat laun, warga menerima keradaan dan niat baik Agus.

Penampilan sangar Agus, memang tidak terlepas dari masa lalunya. Agus dulu akrab dengan alkohol, bermacam kekerasan, berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Sampai akhirnya, dia terpanggil melayani Tuhan. Peristiwa perjumpaan pribadi dengan Tuhan mengubah hidup Agus, kini komitmen hidupnya adalah melayani orang-orang yang terpinggirkan.

Hal yang sama juga pernah dialami oleh Paulus. Bacaan kita hari ini, berkisah tentang awal pertobatan Saulus. Setibanya di Yerusalem, Saulus berniat bergabung dengan para murid tetapi mereka tidak begitu saja menerima keberadaannya. Tindakan para murid sangat wajar, mengingat Saulus baru saja bertobat. Mungkin para murid takut, ragu, khawatir, atau curiga atas pertobatan Saulus berkaitan dengan masa lalunya. Untunglah dalam komunitas mereka ada orang baik bernama Barnabas, yang berusaha untuk meyakinkan para murid bahwa Saulus sudah benar-benar bertobat. Akhirnya para murid dapat menerima keberadaan Saulus, bahkan memperbolehkan dia mengajar.

Saudara yang terkasih, perlu diingat, seburuk apa pun masa lalu seseorang, masih ada kemungkinan untuk berubah. Sejarah membuktikan bahwa Allah bisa mengubah karakter Saulus orang yang dianggap jahat dan kemudian memakainya untuk sebuah pekerjaan yang mulia. Jika orang-orang yang demikian ada di sekitarmu bersediakah kamu menerimanya, seperti yang pernah Barnabas lakukan?

TPG. Ishak Boty Buifena