KESETIAANKU DIUJI

Wahyu 2 : 8-11

“… Hendaklah Engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (Wahyu 2 : 10)

Bisakah dalam keadaan sulit sesorang dapat tetap setia kepada Tuhan? Jawabannya bisa. Margaret Clarkson telah menunjukkannya. Wanita berusia 23 tahun ini harus bergantung pada kursi roda. Ia penyandang cacat sehingga sulit untuk bepergian. Ia tinggal bersama orang tuanya di perkampungan yang kecil dan sepi yang dibangun khusus untuk karyawan pertambangan. Lokasinya di pedalaman Kanada Utara yang hampir tidak berpenduduk. Akibatnya, Margaret merasa diri bagaikan di buang. Ia merasa sepi. Kesepian yang dialami terasa menyiksa.

Pada suatu hari Margaret membaca Injil Yohanes 20 : 21, yang berisi pengutusan Yesus kepada keduabelas rasul. Timbullah pikiran untuk menjadi seorang untusan Injil sehingga dapat pergi ke tempat yang jauh untuk mengabarkan Injil. Tiap hari Margaret berdoa, “Tuhan, aku ingin mengabdi bagi-Mu. Utuslah aku!” Tetapi kemudia Margaret menyadari bahwa menjadi utusan Injil tidak berarti harus pergi ke tempat yang jauh. Bukankah di perkampungan ini pun ada orang yang memerlukan penghiburan. Ia berpikir, ditempat yang terpencil inilah ia diutus oleh Kristus. Margaret kemudian mengambil pena dan menulis syair yang kemudian menjadi kidung “Kuutus Kau” sebagaimana di kenal sekarang dalam PKJ 182 dan NKB 210. Keadaan sulit yang dialami oleh Margaret tidak mematahkan imannya. Ia justru makin setia kepada Tuhan, ia buktikan melalui hasil karya berupa subuah nyanyian, “Kuutus Kau”.

Jemaat terkasih, keadaan yang sulit bisa saja membuat kita tidak lagi setia dan cenderung untuk menyalahkan Tuhan. Namun dengan pengalaman Margaret dapat menguatkan kita untuk terus setia kepada Tuhan walau dalam keadaan sulit sekalipun.

Kesetiaan yang benar ialah sikap yang dalam keadaan sulit sekali pun tetap menunjukkan kesediaan untuk menepati janji. Inilah nasehat yang ditujukan kepada Jemaat di Smirna agar tetap menjaga kesetiaan mereka dihadapan Tuhan. Walaupun tantangan yang dihadapi jemaat tidak mudah, karena terus difitnah dan mendapatkan perlakukan yang tidak adil namun jemaat diminta untuk terus mempertahankan iman percayanya. Kesetiaan yang ditunjukkan akan mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi bukan dari manusia melainkan dari Tuhan sendiri, yaitu mahkota kehidupan.

Jemaat yang terkasih, menjadi orang yang setia bukanlah perkara mudah, namun saat hati nurani mengatakan bahwa tindakan kita benar dihadapan Tuhan, maka teruslah mempertahankannya. Yakinlah bahwa Tuhan berpihak pada kebenaran.

TPG. Ishak Boty Buifena