Keluarga : Bersatu Kita Teguh, Terpisah Pun Kita Kuat

Dr. Kenneth Chafin dalam bukunya “Is There a Family in the House?” memberi gambaran tentang maksud keluarga dalam lima identifikasi, yaitu :

  1. Keluarga merupakan tempat untuk bertumbuh, menyangkut tubuh, akal budi, hubungan sosial, kasih dan rohani. Manusia diciptakan menurut gambar Allah sehingga mempunyai potensi untuk bertumbuh. Keluarga merupakan tempat memberi energi, perhatian, komitmen, kasih dan lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Yesus Kristus.
  2. Keluarga merupakan pusat pengembangan semua aktivitas. Dalam keluarga setiap orang bebas mengembangkan setiap karunianya masing-masing. Di dalam keluarga landasan kehidupan anak dibangun dan dikembangkan.
  3. Keluarga merupakan tempat yang aman untuk berteduh saat ada badai kehidupan. Barangkali orang lain sering tidak memahami kesulitan hidup yang kita rasakan tetapi di dalam keluarga kita mendapat perhatian dan perlindungan.
  4. Keluarga merupakan tempat untuk mentransfer nilai-nilai, laboratorium hidup bagi setiap anggota keluarga dan saling belajar hal yang baik.
  5. Keluarga merupakan tempat munculnya permasalahan dan penyelesaiannya.

Diagram silsilah dua orang yang hidup pada abad 18 yang ditulis Dr. Tim La Haye dalam bukunya yang berjudul You and Your Family juga memberikan gambaran tentang pentingnya peran keluarga. Dalam silsilah itu diketahui ada 2 orang yang diteliti, yang pertama adalah Max Jukes, seorang penyelundup alkohol yang tidak bermoral. yang kedua adalah Dr. Jonathan Edwards, seorang pendeta yang saleh dan pengkhotbah kebangunan rohani. Jonathan Edwards ini menikah dengan seorang wanita yang mempunyai iman dan filsafat hidup yang baik. Melalui silsilah kedua orang ini ditemukan bahwa dari Max Jukes terdapat 1.026 keturunan : 300 orang mati muda, 100 orang dipenjara, 190 orang pelacur, 100 orang peminum berat. Dari Dr. Edwards terdapat 729 keturunan : 300 orang pengkhotbah, 65 orang profesor di universitas, 13 orang penulis, 3 orang pejabat pemerintah, dan 1 orang wakil presiden Amerika. Berdasarkan diagram tersebut kita bisa melihat bahwa kebiasaan, keputusan dan nilai-nilai dari generasi terdahulu sangat mempengaruhi kehidupan generasi berikutnya. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli psikologi dan pendidikan pada umumnya yang menyatakan bahwa lingkungan dan agen yang banyak mempengaruhi pembentukan watak, iman, dan tata nilai seseorang adalah keluarga asal (the family of origin). Dengan kata lain, keluarga asal dianggap paling berperan dan berharga dengan berbagai dinamika dan kondisi apapun.

Dalam bulan keluarga ini, tema ibadah minggu gereja kita saat ini adalah “Bersatu Kita Teguh, Terpisah Pun Kita Kuat.” Sebuah tema yang secara pribadi sangat mengena dalam hidup keluarga saya. Sejak SMA saya terpisah jarak dengan orangtua karena kebutuhan studi di tempat lain. Tetapi nilai-nilai yang selalu ditanamkan keluarga sejak saya kecil tetap selalu saya pegang sehingga meskipun jauh kami merasa tetap dekat satu dengan yang lain. Karena itu memasuki bulan keluarga ini, kita diingatkan kembali akan pentingnya makna sebuah keluarga. Mazmur 128 melukiskan betapa indahnya sebuah keluarga yang diberkati oleh Tuhan. Semua anggota keluarga dapat saling membangun satu dengan yang lain, baik itu antara anak dan orangtua ataupun antar saudara. Tidak ada yang namanya keluarga tanpa perselisihan atau masalah, tetapi justru melalui setiap konflik dan permasalahan yang terjadi, masing-masing anggota keluarga dapat saling belajar dan memahami satu dengan yang lain. Keluarga yang sehat akan menghasilkan masyarakat yang sehat, karena itu marilah kita menjadi pribadi-pribadi yang berperan dalam keluarga. Pribadi yang saling peduli satu dengan yang lain, mau mendengarkan dan mau menjadi tempat untuk berbagi. Sebagai orangtua, marilah kita bersama-sama menjadi teman yang mau mendengarkan dan berempati terhadap setiap hal yang dialami anak-anak kita. Sebagai anak-anak, marilah kita mau membuka mata terhadap kebutuhan orangtua kita untuk dihargai dan dihormati. Dengan demikian ikatan kita sebagai keluarga tidak akan pernah terpisahkan. Saat berkumpul kita menjadi keluarga yang penuh sukacita dan saling mengasihi satu dengan yang lain. Saat terpisah pun kita tetap menjadi keluarga yang kuat, saling mengingat dan mendoakan satu dengan yang lain. Damai Kristus beserta keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati.

TPG. Paramita A. S.Si-Teol