Kamu Adalah Sahabat-Ku

“Aku Raja Kaupun Raja
Aku Hitam Kaupun Hitam
Arti Teman Lebih Dari Sekedar Materi


Sepenggal lagu dari Sheila on 7 yang berjudul Sahabat Sejatiku mengingatkan penulis pada saat menuliskan renungan ini. Seorang sahabat adalah seseorang yang kehadirannya terasa baik dalam suka maupun duka. Seorang sahabat yang menjadi seorang rekan yang memberikan masukan-masukan dalam kehidupan. Intinya seorang sahabat adalah seorang yang memberikan sebuah dampak positif dalam kehidupan seseorang.

Yesus mengatakan, Kamu adalah sahabat-sahabat-Ku ... (Yoh. 15 : 14a). Yesus menggunakan kata philos yang berarti teman atau sahabat. Yesus menunjukkan bahwa diri-Nya mencintai dan menyayangi murid-murid-Nya. Yesus menjadikan murid-murid-Nya sebagai sahabat-Nya. Pembuktian cinta kasih Yesus kepada murid-Nya adalah pada saat diri-Nya memberikan nyawa-Nya untuk sahabat-Nya. “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. (Yoh. 15 : 13). Yesus menjadikan murid-murid-Nya sebagai sahabat bukan sekedar tong kosong, melainkan dibuktikan-Nya sebagai wujud cinta kasih-Nya. Yesus rela berbagi nyawa-Nya agar para murid mengerti bahwa mereka pun harus mau melakukan itu yaitu memberikan hal yang paling berharga dalam diri mereka kepada orang yang mereka kasihi. Yesus mengajarkan bahwa menjadi sahabat berarti harus rela berbagi. Yesus menawarkan sebuah model baru yaitu menjadi sahabat dimana tidak adanya hierarki melainkan sebuah kesetaraan.

Gereja adalah komunitas orang percaya yang berkumpul untuk berbagi kasih selayaknya sahabat kepada sahabatnya. Komunitas berasal dari kata Komuni (dalam bahasa Inggris: communion, dari bahasa Latin: communio yang berarti “berbagi bersama”). Gereja adalah tempat berbagi dan seharusnya gereja menjadi titik awal berbagi kepada dunia ini. Gereja haruslah menjadi sahabat bagi siapapun di dalam dunia ini. Gereja sebagai sahabat adalah gereja yang menawarkan keramah-tamahan bukan hanya kepada orang tertentu saja melainkan kepada semua orang tanpa terkecuali. Gereja menjadi tempat beramah-tamah tanpa ada sekat-sekat hierarki. Gereja adalah sahabat Kristus di dunia ini, berarti gereja haruslah bercirikan karakter Kristus.

Umat yang terkasih dalam Yesus Kristus, GKI Kebonjati dalam program pelayanannya akan menekankan konsep berbagi kepada sesama manusia. Konsep berbagi ini dapat berupa bantuan secara materi ataupun rohani. Banyak dari sesama kita yang masih mengalami kekurangan baik dalam hal ekonomi ataupun hal lainnya. Oleh karena itu melalui konsep gereja sebagai sahabat, maka GKI Kebonjati mengajak umat untuk dapat berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan ke depan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat umat lihat dalam Warta Jemaat, ataupun pengumuman berupa banner dan semacamnya. Marilah kita yang juga disebut sahabat Yesus, juga mau memberi hal yang berharga dalam diri kita, terkhususnya persembahan diri.

Soli Deo Gloria

Pdt. David Roestandi Surya Sutanto