Formulir Persiapan Perjamuan Kudus

Pada hari MINGGU tanggal 07 OKTOBER 2018 kita akan merayakan Perjamuan Kudus. Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri secara bersama-sama.

1. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan Perjamuan Kudus untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan dan dimuliakan di surga.

Marilah kita merenungkannya :

  • Apakah kita benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa dan kebenaran-Nya yang membarui hidup kita?
  • Apakah kita menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, sampai dengan kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan kehidupan kita?

( ... saat hening ... )

2.    Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi Kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh.

Marilah kita merenungkannya :

  • Apakah kita menghayati bahwa Kristus adalah Kepala seluruh kehidupan kita, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan kita?
  • Apakah kita menghayati bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?

( ... saat hening ... )

3.    Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kita pun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.
Marilah kita merenungkannya :

  • Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, kita mau berkurban dan menjadi berkat bagi sesama kita?
  • Apakah kita menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus di tengah dunia, kita menjadi mata dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah sesama kita? Sudahkah kita menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan kita? Sudahkah kita menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?

( ... saat hening ... )

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus pada hari MINGGU tanggal 07 OKTOBER 2018 mendatang.

PJ Kebaktian Sakramen