Dipilih Untuk Menjadi Saluran Berkat

 
Efesus 1 : 3-14
 
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (Efesus 1 : 3)
 
 
“Apa yang paling kita sering kita ucapkan di dalam doa kita? ... Jawabnya adalah berkat. “Bahkan apa yang dinantikan sebagian orang di dalam ibadah-ibadah? … Jawabnya adalah berkat.
Sebagian orang sangat ingin diberkati, tetapi pertanyaannya apakah orang-orang yang diberkati itu juga menyadari bahwa mereka juga dipilih untuk menjadi saluran berkat?
 
Ada sebuah kisah pada awal Perang Dunia II, seorang koresponden perang AS yang berseragam rapi, menyemprotkan parfum sebanyak-banyaknya untuk mengusir apa yang ia pikir aroma yang tidak sedap, ia memasuki sebuah rumah sakit primitif di Cina. Rasanya ia hampir pingsan oleh bau mayat dan orang-orang sekarat, dan juga pemandangan orang yang menjerit dan menangis karena kondisi mereka yang sakit ataupun terluka, bahkan ia juga tiap kali keluar untuk mencari udara segar karena aroma yang menyengat tersebut.
Sampai suatu saat ia menyaksikan penglihatan yang paling memukau baginya, yaitu seorang biarawati muda yang cantik yang berasal dari Amerika, sedang berlutut di hadapan seorang serdadu Cina yang kotor, dan dengan sabar ia sedang membasuh kakinya yang membusuk selagi serdadu itu terbaring di tikar yang bau. Koresponden itu memalingkan wajahnya karena jijik.
Suster, katanya, “Saya tidak akan mau mengerjakan hal itu walaupun dibayar jutaan dollar.”
Biarawati itu hanya terhenti sejenak dan berkata, “Saya pun tidak.”
 
Dari kisah ini kita belajar dari sikap sang suster yang menjadi saluran berkat. Mari kita menyadari bahwa sesungguhnya kita tidak hanya mencari berkat semata, tetapi kita semua bisa menjadi saluran berkat Tuhan di dalam setiap situasi, bahkan di dalam situasi yang paling berat sekalipun dalam masa pandemi ini. Kita bisa menjadi saluran berkat Tuhan berupa materi tetapi juga dapat berupa perhatian, doa syafaat kita, maupun segenap kemampuan kita untuk menolong orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pertolongan. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di dalam setiap peristiwa hidup kita dengan peran kita masing-masing, sebagai orang tua, suami, istri, anak-anak, pemimpin, karyawan, pemilik usaha, dll. Tuhan memberikan kita segala berkat sorgawi dan kita dipilih-Nya untuk menjadi saluran berkat Tuhan dengan “peran spesial kita masing-masing”.
Selamat Menjadi Saluran Berkat-Nya.

 

Pdt. Agnes Irmawati Sunjoto Lukardie