“Berjuang Itu Ada Bahayanya”

Setiap perjuangan selalu melahirkan
sejumlah pengkhianat dan para penjilat
jangan kau gusar, Hadi.

Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
jangan kau kecewa, Hadi.

Setiap perjuangan yang akan menang
selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian
dan para jagoan kesiangan.

Memang demikianlah halnya, Hadi.

Karya : Taufik Ismail

 

Goenawan Mohamad memberi catatan latar belakang penulisan sajak ini. Sajak itu ditulis Taufik Ismail sekitar 1966. Apa yang disebut ‘Orde Lama’ sedang ditumbangkan. Apa yang disebut ‘Orde Baru’ dicoba dilahirkan. Dengan sendirinya banyak harapan berkibar-kibar. Tetapi begitu panjangkah pengalaman-pengalaman Indonesia dengan bab-bab yang.pahit-pahit? ... Tahun 1966 tahu jawabnya. Karena itulah tahun-tahun awal ‘Orde Baru’ jadi salah satu masa yang paling hidup (dan mungkin indah) bagi perjuangan demokrasi. Seakan banyak suara yang serius sepakat; pikiran pada perbedaan pendapat, persamaan hukum, juga kepada lawan-lawan kita!

Saudara … rupa-rupanya wacana dan perjuangan tentang penghargaan dan penerimaan pada pikiran yang berbeda, pendapat yang berbeda, persamaan di hadapan hukum sudah dari dulu menjadi sikap hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Pertanyaannya apakah ini masih menjadi perjuangan anak bangsa sekarang?

Saudara ... tahun 2018 akan segera berlalu dalam hitungan hari dan kita akan memasuki tahun 2019. Sudah ada perencanaan-perencanaan dan janji-janji yang kita tuliskan dan ucapkan dalam lembar agenda 2019, tetapi tak satu pun di antara kita dapat memastikan semua itu akan terlaksana, tidak akan ada perubahan dan penyesuaian. Atau kah nanti di penghujung 2019, kita mengatakan, ‘yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu?’ Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari … sejarah akan berulang, yang berubah hanya pelaku dan waktunya saja.

Lalu apakah kita akan selalu mengikuti apa yang telah ditampilkan sejarah atau kita akan menjadi pengubah dan pembaru sejarah? Doa yang ditulis dalam Mazmur 40 : 17, Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu dan berkata: TUHAN itu besar!’” Pelaku dan pembaru sejarah pada umumnya adalah mereka yang mengutamakan dan mencintai Tuhan ..., mencintai keselamatan, mencintai damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal. Mereka yang mencari, bekerja, berusaha dan berjuang mencari Tuhan akan mengalami perlindungan Tuhan.

Semua yang setia pada Tuhan dan mengakui bahwa Tuhan itu besar, pada umumnya adalah orang-orang yang berharap akan kelepasan dan keselamatan dari Tuhan. Mereka bisa saja menjadi sengsara, menjadi miskin, dikejar-kejar nilai-nilai kehidupan duniawi yang semu dan jauh dari kebenaran Tuhan. Pengharapan mereka adalah biarlah Tuhan tidak berlambat-lambat menolong, menyelamatkan mereka. Mereka yang mencintai, berusaha dan berjuang mencari Tuhan akan mendapatkan kelegaan dalam Tuhan.

Goenawan Mohamad kembali melanjutkan tulisan Taufiq Ismail, ‘Tetapi betapa cepat masa itu berlalu. Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita / pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang / jangan kau kecewa, Hadi.’ Setiap perjuangan memang menyediakan hal yang tidak enak. Tapi yang paling tak enak adalah bila kita bercermin hari ini dan melihat wajah musuh kita kemarin pagi.

Selamat menyambut dan menjadi pelaku sejarah kehidupan, cintailah Tuhan.

Pdt. Daud Solichin